Layanan Berbasis Cloud
A. Dasar Teori Layanan CloudCloud Computing adalah teknologi komputer yang menggunakan internet sebagai medianya, dengan penggunaan Cloud Computing maka komputer tidak perlu menggunakan suatu sistem operasi tertentu (Linux, Mac OS, Windows, dan lainnya), tidak membutuhkan hardisk dan tidak perlu instalasi software pada komputernya karena penggunaan semua hal ini telah ada pada layanan Cloud Computing. Penyimpanan data dilakukan di server “hardisk” dari penyedia layanan Cloud Computing, yang diperlukan untuk menggunakan Cloud Computing ini adalah sebuah komputer dan koneksi internet.
Teknologi Cloud Computing menggunakan internet dan central remote server untuk mengatur data dan aplikasi. Cloud Computing memungkinkan konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melalui proses instalasi dan dapat mengakses file personal di komputer melalui akses internet. Dengan menerapkan Cloud Computing, kita serasa memiliki komputer pribadi di dunia maya dan personal komputer kita berpindah ke dunia maya. Karena Cloud Computing berbasis internet maka komputer tersebut dapat diakases dari manapun asalkan ada koneksi internet (mobile), misalkan kita sedang berlibur ke luar kota, maka tidak perlu membawa komputer atau notebook, cukup ke warnet yang ada koneksi internet dan web browser maka komputer tersebut akan menjadi komputer kita atau bisa saja kita meminjam komputer teman untuk membuka komputer kita yang berbasis Cloud Computing. Untuk masalah aplikasi dan data tidak perlu khawatir karena semuanya ini disimpan secara online pada server penyedia layanan Cloud Computing jadi walaupun kita menggunakan komputer orang lain, kita dapat mengakases data pribadi kita. Beberapa contoh sistem operasi berbasis Cloud Computing diantaranya Microsoft Azure (Dari Microsoft Corp.), Chromonium OS (dari Google), eyeOS Istilah Cloud Computing ini mengacu pada internet yang dianggap sebagai awan besar yang berisi komputer yang saling terhubung.
Dengan adanya Cloud Computing ini kita tidak perlu lagi harus menginstall OS, Software pada komputer, dan yang paling penting adalah tidak perlu melakukan upgrade terhadap komputer. Hal ini mengguntungkan bagi perusahaan yang mengharuskan melakukan upgrade terhadap komputernya setiap tahunnya, ini membutuhkan dana yang sangat besar untuk mengupgrade komputer beserta hardwarenya serta membeli software beserta OS nya dan mempekerjakan admin IT yang bertugas untuk melakukan monitoring terhadap server, komputer, hardware, jaringan, aplikasi, dan storage. Perusahaan yang menyediakan layanan semacam ini adalah Google, Microsoft, Zoho, Amazon, dan SalesForce
B. Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.
C. Keuntungan dari penggunaan Cloud Computing :
1. Pengurangan Biaya Investasi Hardware Karena dengan menggunakan Cloud Computing, kita tidak perlu membeli hardware komputer, media penyimpanan (hardisk), komputer server, dan membeli software karena semua hal ini telah ada dan terinstall secara online pada saat menggunakan Cloud Computing.
2. Back up dan Recovery data Data yang ada akan disimpan pada server penyedia layanan Cloud Computing secara online dan penyedia layanan Cloud Computing memiliki banyak server untuk menghandle usernya sehingga dimungkinkan untuk melakukan back up pada server yang lain.
3. Dapat Diakses Dimana Saja Hal ini yang menurut penulis kelebihan dari Cloud Computing, karena Cloud Computing berbasis internet maka personal komputer kita dapat diakses diamanapun dengan menggunakan komputer atau notebook orang lain. Jadi tidak perlu pusing membawa notebook kemana – mana.
4. Tidak Terbatasnya Penyimpanan Selain telah menyediakan “hardisk” secara online yang dapat kita gunakan untuk menyimpan data, “hardisk” ini juga dapat diatur kapasitasnya (ditambah atau dikurangi) sesuai dengan kebutuhan kita. Tentu saja untuk dapat menikmati layanan ini harus membayar harga sewa yang lebih tinggi.
5. Tidak Perlu Khawatir Terhadap Software Sistem Operasi yang berbasis Cloud Computing secara default telah memberikan beberapa software yang telah memenuhi kebutuhan kita terhadap penggunaan komputer seperti word prosessor, presentation, video, image, PDF, RSS Reader, musik, dan lainnya. Selain itu kita juga tidak dipusingkan lagi terhadap masalah lisensi software karena pastinya software yang akan kita gunakan asli.
D. Layanan cloud computing
Cloud Computing memiliki 3 layanan yang ditawarkan kepada usernya, diantaranya:
1. Software as a Service (SaaS). SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi. Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan. Hanya saja dengan konsep SaaS ini, pelanggan tidak memiliki kendali penuh atas aplikasi yang mereka sewa. Hanya fiturfitur aplikasi yang telah disediakan oleh penyedia saja yang dapat disewa oleh pelanggan. Dan karena arsitektur aplikasi SaaS yang bersifat multi tenant, memaksa penyedia untuk hanya menyediakan fitur yang bersifat umum, tidak spesifik terhadap kebutuhan pengguna tertentu. Meskipun demikian, kustomisasi tidak serta-merta diharamkan, meskipun hanya untuk skala dan fungsi yang terbatas. Tapi dengan berkembangnya pasar dan kemajuan teknologi pemrograman, keterbatasan-keterbatasan itu pasti akan berkurang dalam waktu tidak terlalu lama.
2. Platform as a Service (PaaS) Seperti namanya, PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. PaaS memfokuskan aplikasi dimana developer tidak usah memikirkan tentang hardware dan tetap fokus pada application development-nya tanpa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainnya. Pengembang membuat aplikasi pada platform penyedia melalui Internet. Penyedia PaaS dapat menggunakan API, portal situs web atau perangkat lunak gateway diinstal pada komputer pelanggan. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django.
3. Infrastructure as a Service (IaaS). IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang “menyewakan” sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lainlain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi. Perbedaan mendasar dengan layanan data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis. Salah satu pionir dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Computing Cloud).
D. penerapan (deployment) dari layanan Cloud Computing
Tipe-tipe penerapan (deployment) dari layanan Cloud Computing, yang terbagi menjadi empat jenis penerapan, yaitu:
1. Private cloud Di mana sebuah infrastruktur layanan cloud, dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur cloud itu bisa saja dikelola oleh si organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Bisaanya organisasi dengan skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private cloud ini.
2. Community cloud Dalam model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya. Jadi, community cloud ini merupakan “pengembangan terbatas” dari private cloud. Dan sama juga dengan private cloud,infrastruktur cloud yang ada bisa di-manage oleh salah satu dari organisasi itu, ataupun juga oleh pihak ketiga.
3. Public cloud Sesederhana namanya, jenis cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya. Layanan-layanan yang sudah saya sebutkan sebelumnya dapat dijadikan contoh dari public cloud ini.
4. Hybrid cloud Untuk jenis ini, infrastruktur cloud yang tersedia merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (private, community, atau public). Di mana meskipun secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, tapi dihubungkan oleh suatu teknologi/mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu. Misalnya, mekanisme load balancing yang antarcloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal.
E. Aplikasi Layanan Cloud Storage
1. DropBox
DropBox menjadi salah satu tempat penyimpanan data online yang terkenal saat ini karena teknologi yang dipakainya menawarkan kemudahan dalam menyimpan suatu data ke dalamnya. Sejak tahun 2007, DropBox berhasil mengumpulkan lebih dari 50 juta pengguna dari seluruh dunia.
Kelebihan:
DropBox hadir pada hampir semua sistem operasi yang populer, Dropbox for windows, dropbox for iOS, dropbox for android, dropbox for Mac, dropbox for Ubuntu, dll.
Full Sharing, tidak seperti file sharing lain Dropbox bisa public direct download.
Kapasitas penyimpanan bisa sampai 18 GB, namun perlu sedikit usaha dengan cara menginvite teman-teman sebanyak 32 orang. 1 orang = 500 MB.Kekurangan:
Kapasitas penyimpanan standarnya kecil hanya 2 GB Biaya:
2GB: Gratis
50GB: USD 9.99/bulan atau USD 99/tahun
100GB: USD 19.99/bulan atau USD 199/tahun
Tanpa batas: USD 759/tahun (untuk 5 orang, setiap orang dikarenakan biaya USD 125/tahun)
2. Google Drive Cloud storage keluaran Google ini dilengkapi sejumlah fitur unggulan. Pengguna Google Drive dapat menyimpan foto atau gambar, video, aplikasi dan segala maca jenis data di dalamnya. Bisa di kolaborasikan dengan berbagai layanan google lainnya google apps, google mail, doc, dll, sehingga membuat suatu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Kelebihan:
Google drive mendukung pengeditan dokumen secara langsung dari browser.
Mensupport banyak file, google drive dapat membuka hingga 30 macam format file langsung melalui browser. Bahkan ketika perangkat lunak tersebut tidak diinstal pada dekstop teman-teman. Hal ini sangat berguna jika teman-teman seorang designer yang biasanya bekerja dengan file berukuran besar seperti photoshop atau ilustrator. Sehingga file teman-teman akan lebih mudah diakses di setiap waktu dan tempat.
Kekurangan:
Tidak ada fasilitas share link download file untuk publik, eperti dropbox. Biaya:
5GB: Gratis
25GB: USD 2.49/bulan
100GB: USD 4.99/bulan
1000GB: USD 49.99/bulan
000GB: USD 799.99/bulan
3. Microsoft OneDrive Bisa dibilang Cloud Storage keluaran Microsoft ini menyediakan kapasitas yang paling besar untuk versi gratisnya dan harga yang murah untuk tambahannya dibanding Cloud STorage lainnya.
Kelebihan:
Dengan oneDrive kita bisa langsung mengolah/mengedit data-data Microsoft Office, seperti Word, Excel, PowerPoint, dan fasilitas Ms.Office lainnya secara langsung dari browser.
Versi gratis kapasitas lebih besar dari yang lain (7 GB) Biaya:
7GB: Gratis
27GB: GBP 6/tahun
57GB: GBP 16/tahun
107GB: GBP 32/tahun
4. Box Box adalah situs penyimpanan data online pertama yang pernah ada di dunia maya. Box diluncurkan pertama kali pada tahun 2005 silam dan telah memiliki banyak pengguna sampai sekarang ini. Dua jenis layanan yang ditawarkan oleh Box, yaitu penggunaan umum dan penggunaan bisnis. Untuk setiap sistem operasi dan browser yang dipakai penggunanya, Box menawarkan layanan yang berbeda, seperti scanning, sharing, dan editing. Box dapat diakses dengan menggunakan perangkat dengan sistem operasi Windows, Mac, iOS, Androis, dan BlackBerry.
Biaya:
5GB: Gratis
25GB: USD 9.99/bulan
50GB: USD 19.99/bulan
1000GB: USD 15/bulan (untuk 3 orang, setiap orang wajin membayar USD 15)
Tak terbatas: biaya bervariasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Masukkan yang membangun lebih baik dari pada menjatuhkan orang lain.